Langsung ke konten utama

ASAL BAHASA...

     Kisah ini dimulai dari zaman pra-bahasa. Ketika manusia belum mampu berkomentar dengan baik (baca:komunikasi), apalagi baca-tulis. Mereka baru melahirkan tahap bahasa dengan menggunakan bahasa isyarat melalui penggunaan jari tangan atau mata. Maka berkembanglah bahasa isyarat tersebut hingga peradaban detik ini yang disebut 'gesture'. Sering kali manusia yang sudah beradab melengkapi pembicaraannya dengan penggunaan 'gesture' ini. Contohnya,"Pergi kamu!" sambil mengangkat jari telunjuknya ke arah tertentu. Bahkan ada yang memberi isyarat melalui 'kedipan mata' pada seseorang untuk menyampaikan sesuatu yang dirahasiakannya.
     Pada zaman pra-bahasa ini, manusia hanya mampu berkata,"ach-uch-ah-uh!" untuk mengungkapkan persetujuan atau penolakan, sehingga kehidupan berlangsung sangat sederhana sekali. Maka perkembangan selanjutnya hingga detik yang baru saja lewat, manusia sering mnggunakan 'yel-yel' tertentu untuk men-support sebuah kejadian, dan menyampaikan ketidakpeduliannya dengan mengatakan, "au-ach-ge-laps!"
     Selain gejala bahasa di atas, pada kehidupan manusia 'jadul' ini juga mulai muncul bahasa sandi atau morse. Ketika manusia laki-laki tertarik dengan lawan jenisnya, maka ia akan mengelilingi pohon beberapa putaran dengan memegang ranting yang dipukul-pukulkan pada batang pohon tertentu yang dikeramatkan. Lalu ranting pohon itu diserahkan pada lawan jenisnya. Maka perkembangan peradaban 'reproduksi' manusia hingga detik yang akan datang pun akan semakin mencengangkan. Jika kemarin 'pernikahan' biasa diramaikan dengan pukulan rebana, dab lain-lain, termasuk dangdut musik 'organ tunggal'. Lalu untuk hari valentine katanya, perilaku purba ini dilakukan dengan coklat dan basa-basi cinta! kita lihat saja nanti perkembangan selanjutnya...Bahasa, menunjukan Pribadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lilin di Tengah Rabun Hati: Antara Orang Baik dan Orang Pintar

ASALIST POST  Klik di sini untuk  Bloger Siswa Ar Ridho! Antara orang baik dan orang pintar, antara gagal dan sukses. Mari kita mulai bertanya pada sudut paling dalam di hati kita: "Apakah saya termasuk orang baik, atau orang pintar?" Kalau Anda tidak merasakan keduanya, saya khawatir Anda sedang mati rasa. Tidak berani jujur, atau mungkin sedang rabun hati untuk melihat kebaikan dan kepintaran diri sendiri, lalu berkamuflase sebagai sosok yang berpura-pura rendah hati. Tanpa bermaksud menjadi hakim, namun bila Anda tidak mampu menyimpulkan posisi diri sendiri, itu artinya Anda perlu menyalakan lilin di hati Anda agar tidak gelap gulita. Kegelapan itu berbahaya. Sebagai percikan apinya, renungkanlah ini: "Manakah yang lebih Anda sukai, orang baik atau orang pintar?" Pilihan Anda akan menentukan komunitas Anda, menentukan arah hati Anda, dan pada akhirnya, menentukan nasib Anda. Dalam dunia pendidikan, saya sering menggambarkan sebuah titik "gagal" dan titi...

Materi Bahasa Sunda Kelas Online

Pilih 2 (dua) pertanyaan yang kamu anggap lebih mampu menjawabnya! 1. Jelaskeun ku hideup pengertian kawih!  2. Naon anu dimaksud panjejer acara! 3. Tulis laporan lalampahan anu singket tina pangalaman hirup sorangan! 4. Sebutkeun judul-judul kawih anu hideup bisa mintonkeunanan! 5. Tuliskeun 2 (dua) conto paribasa jeng hartina! Jawab di kolom komentar dengan menuliskan nama dan kelasnya. Wilujeng diajar online.. Tuliskeun komen atanapi tanggapan pikeun drama sunda di handap iyeu, tong hilaf subscribena!

Proposal Barcode Story Terintegrasi (Rintisan Ko Kurikuler)

ASALIST POST Membongkar Kurikulum Inovatif di sini! PROPOSAL PROGRAM RINTISAN KO-KURIKULER LITERASI DIGITAL & INOVASI BISNIS “BARCODE STORY”   Disusun Oleh: SAYYIDAL JAM’AT Guru Bahasa Indonesia Basis Materi ;   1. Iklan, Slogan dan Poster (semester 1)                          2. Menulis Cerita Fiksi/Cerpen (semester 2) ======================================================= Diajukan kepada: Yang terhormat, Ibu Rini Wahyuni, S.Hi (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum)  ====================================================== Tanggal: 24 September 2025 1. Latar Belakang Di era Revolusi Industri 5.0, pendidikan dituntut tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, literasi digital, dan jiwa kewirausahaan. Minat baca siswa sering kali bersaing dengan distraksi dari media sosial dan hi...