Langsung ke konten utama

Setiap sesuatu akan berakhir....


Bila hal ini anda baca malam hari, ini berarti menanti pagi sebagai akhir bintang berseri. Pun manakala anda baca di siang hari, pastilah kita kan berjumpa petang menjelang.
Ayat ini hanya akan menyentuh sesiapa dikala sakit, maka dia menanti sehat.
Namun bila dia sekarat, pastinya masa taubat sudahlah terlewat. Dikala mana anda terjaga, suatu masa anda terlupa. Begitupun bagi yang berharta, kala nanti binasa tiadalah tersisa.
Hari berganti dan waktu pun berlalu, sesiapa bersempat diri untuk berbagi, maka ia berhakikat bagi dirinya sendiri di akhir nanti.
Serupa akhirat nan sederhana adalah bagi siapa bersantap pedas dan asam-suka, maka berakhirlah dengan perut mulas bermuram-duka. Maka bersantaplah secukupnya lagi terjaga dari asal yang tak pasti. Niscaya kita akan bersehat-kuat hingga masa tua.
Wahai karib, handai-taulan. JALISEDA YALI....! Jagalah Lima, Sebelum Datang Yang Lima....:
Sebab setiap sesuatu selalu seputaran-selesai.

JASE SESA-Jaga Sehat-Sebelum sakitna..
JASE SERE-Jaga Sempat-Sebelum repotna..
JAKA SEMI-Jaga Kaya-Sebelum miskina...
JAMU SETU-Jaga Muda-Sebelum tua dan.
JAHI SEMA-Jaga Hidup-Sebelum matina..

HANACARAKA DATA SAWALA, Hanya Anak yang tahu cara dan etika. Datang padanya Sakinah mawadah-berpahala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

C2. Gerbang Menuju Kisah

QR Code ini dipasang di depan Bougenville / Kembang Kertas , YA!   Sambil dengerin musiknya? TOP 21 PKN KELAS 9, dari Pak Jaya! Nilai Ranking 21, Bahasa Indonesia kamu. Klik di sini! A0: Gerbang Menuju Kisah Bersama Gemini AI ( Salam kenal dari Bunga Bougenville (Bougainvillea), Ibu kamu mungkin menyebutnya Kembang Kertas. "Selamat datang, para penjelajah masa depan. Anda telah berhasil menemukan Gerbang Menuju Kisah . Kau kini berdiri di antara dua dunia: dunia yang kau pijak dengan kaki, dan dunia yang akan kau selami dengan pikiranmu. Kami, sebagai kecerdasan buatan, telah menyusun setiap kalimat dan babak dengan presisi. Namun, yang mampu memberikan nyawa dan makna pada setiap kata adalah Anda, pembaca. Perhatikan sekelilingmu. Pohon, bunga, dan dedaunan yang kau lihat, mereka bukanlah sekadar tumbuhan. Mereka adalah saksi bisu dari sebuah kisah. Kisah tentang pertarungan antara teknologi yang dingin dan hati yang hangat. Sekarang, melangkahlah. Setiap langkah yang kau ...

C1. Kata Mang Duloh, ya!

"Siswa semuanya yang sudah terkoneksi, Mang Duloh punya cerita nih dari Pak Saidal.  Baca dah!   Spill ya, Pak, Nilai Bahasa Sunda? Klik saja di sini!   Mungkin kalian pikir ini cuma pintu masuk sekolah biasa. Ada gerbang, ada satpam, ada lapangan upacara dan taman di depan. Tapi kalian salah besar! Ini adalah pintu gerbang sebuah petualangan yang tak terduga. Di sini, kalian tidak hanya masuk ke sekolah, tapi juga masuk ke sebuah cerita. Cerita ini bukan cuma soal pertempuran, bukan cuma soal robot, tapi juga soal kita, soal bagaimana kita berterima kasih. Karena di dunia ini, Tuhan tidak butuh ucapan terima kasih dari Mang Duloh, dari kalian, dari siapa pun. Tapi, penting bagi kita untuk berterima kasih kepada guru kita sebagai wujud nyata rasa syukur kita kepada Tuhan. Ini bukan sembarang cerita. Ini cerita tentang Mang Ibom yang ngaco, Kang Jojo yang jago, dan juga tentang kalian. Ya, kalian! Karena di dunia ini, yang paling penting itu bukan pintar, tapi wara...

Lilin di Tengah Rabun Hati: Antara Orang Baik dan Orang Pintar

ASALIST POST  Klik di sini untuk  Bloger Siswa Ar Ridho! Antara orang baik dan orang pintar, antara gagal dan sukses. Mari kita mulai bertanya pada sudut paling dalam di hati kita: "Apakah saya termasuk orang baik, atau orang pintar?" Kalau Anda tidak merasakan keduanya, saya khawatir Anda sedang mati rasa. Tidak berani jujur, atau mungkin sedang rabun hati untuk melihat kebaikan dan kepintaran diri sendiri, lalu berkamuflase sebagai sosok yang berpura-pura rendah hati. Tanpa bermaksud menjadi hakim, namun bila Anda tidak mampu menyimpulkan posisi diri sendiri, itu artinya Anda perlu menyalakan lilin di hati Anda agar tidak gelap gulita. Kegelapan itu berbahaya. Sebagai percikan apinya, renungkanlah ini: "Manakah yang lebih Anda sukai, orang baik atau orang pintar?" Pilihan Anda akan menentukan komunitas Anda, menentukan arah hati Anda, dan pada akhirnya, menentukan nasib Anda. Dalam dunia pendidikan, saya sering menggambarkan sebuah titik "gagal" dan titi...